situasinya memang beda sama dulu jaman sukarno sih cet. Bukannya mau belain politikus, tapi "negarawan" kan standarnya tinggi dan relatif bagi tiap orang. jangan2 buat kita Sukarno, Hatta, Ali Sadikin itu negarawan, tapi bagi lawan2 politiknya dulu dia bajingan.
Yang jelas, jaman dulu yang serba terbatas calon2 yang mampu juga sedikit. Sekarang, kalaupun jangan2 banyak orang2 peduli dan mengabdi pada masyarakat dan lingkungan kita, jangan2 kita gak tau karea gak pernah terekspos. Lalu kalau mereka diekspos, jangan2 reaksi kita (karena gak tau) adalah: "emang dia sudah berbuat apa ya buat bangsa ini?"
ini kelemahan sistem demokrasi kita saat ini, calon kandidat harus punya partai pendukung. Inget gak waktu Cak Nur dulu dicalonkan banyak orang sebagai presiden, tapi gak ada satu pun partai yang mau sama dia? Atau sebelumnya lagi, di jaman Suharto, ketika ada banyak orang membuat petisi agar Emil Salim jadi wapres, tapi golkar ogah? Sekarang ini Wiranto, Sutiyoso, prabowo berusaha mendapatkan partai yang mau mencalonkan mereka. Sementara ini, kita calon pemilih cuma bisa mengumpulkan info sebanyak2nya biar gak salah pilih. Ini ada gerakan menarik:
http://penghunilangit.blogspot.com/2005/08/jangan-pilih-politikus-busuk.htmlEh, jangan2 postingan lo ini mengerucut ke salah satu kandidat ya Cet? Memang lo udah ada calon?